(Illustration by toy on DeviantArt)
Kisah seorang Cleopatra tak pernah kehilangan pesonanya, misteri tentang kehidupannya selalu menarik untuk dibahas, kisah percintaannya juga tak kalah seru, walaupun sudah lewat ribuan tahun semenjak ia hidup di dunia ini, kisah-kisahnya yang fenomenal akan terus diceritakan dalam berbagai bentuk dengan versi yang berbeda-beda. Nah kali ini Inspirasea.com akan mengulas sejarah dan kisah semasa hidupnya.
Siapakah Cleopatra?
Cleopatra adalah sebuah gelar untuk seorang Ratu Mesir. Cleopatra yang kita kenal hingga saat ini adalah Cleopatra VII yang mempunyai nama asli Thea Philopator. Ia adalah Firaun terakhir Mesir kuno yang terkenal akan kemampuannya memimpin dan juga pesona kecantikannya yang mampu memikat setiap pria yang dijumpainya. Untuk memperkuat imejnya di mata rakyat Mesir, Cleopatra menyebut dirinya sebagai putri Dewa Matahari atau Amun Ra. Ia juga digambarkan sebagai titisan Isis, Dewi dalam mitologi Mesir kuno yang dikenal pintar, cantik, dan bijaksana. Orang Mesir melihat Dewi Isis sebagai dewi baik yang mencintai semua makhluk. Pada upacara-upacara ritual, Cleopatra seringkali memerankan dirinya sendiri sebagai Dewi Isis, pelindung seluruh rakyat Mesir.
Menurut beberapa sumber Cleopatra bukan asli keturunan Mesir. Ia adalah keturunan dari dinasti Ptolemaic yang berasal dari Yunani-Macedonia. Kakek buyut Cleopatra adalah Ptolemy seorang jendral dan teman terdekat Alexander The Great yang ikut berperang hingga ke Persia dan India. Cleopatra lahir pada bulan Januari 69 SM di Mesir. Ayahnya adalah Ptolemy XII Auletes. Ibunya adalah Cleopatra V Tryphaena. Cleopatra juga mempunya kakak perempuan yaitu Cleopatra VI dan Berenice IV dan adik perempuan sekaligus yang paling bungsu Arsinoe IV serta saudara laki-laki Ptolemeus XIII dan XVI . Cleopatra sangat cerdas dan memiliki kepribadian kuat. Ia berhasil bertahan dalam keluarga dimana kakak beradik siap saling membunuh untuk kekuasaan.
Sosok Cleopatra yang sebenarnya
Gambaran tetang Cleopatra yang kita tahu hingga kini adalah seorang wanita berwajah cantik mulus dengan makeup mata yang khas, dengan hidung dan dagu yang hampir seperti orang asia, rambut hitam berponi ala dora, lengkap dengan pakaian yang mewah, glamor serta eksotis. Padahal itu semua keliru dan tidak lain hanya rekaan Hollywood untuk film Cleopatra tahun 1963 silam yang begitu populer. Cleopatra yang asli memiliki rambut coklat atau kuning pirang, Dengan gaya rambut diikat kebelakang dan hidung ekstra mancung serta dagu tegas ala Yunani.
Cleopatra Dalam film (kiri), Menurut sejarawan (kanan)
Bahkan sebenarnya sejarah mencatat Cleopatra sebagai sosok wanita yang kurang cantik. Berbagai koin yang dicetak dengan wajahnya memperlihatkan wajah yang maskulin daripada feminim. Walaupun mungkin hal tersebut bertujuan untuk menegaskan imagenya sebagai penguasa tetapi patung wajah yang dibuat paling dekat dengan masanya juga memiliki kencenderungan yang sama.
Apapun kekurangan yang ia miliki secara fisik ditutupi secara melimpah dalam hal kepintaran. Semua tokoh yang bertemu dengannya selalu memuji kecerdasannya dalam berkomunikasi. Ia dikenal sebagai wanita terpelajar dan bisa memahami seluk beluk kenegarawanan termasuk politik antar kerajaan. Cleopatra jarang membutuhkan penerjemah karena menguasai sembilan bahasa termasuk Arabic, Ehiopic, Parthian, bahkan Hebrew atau Aramaic.
Apapun kekurangan yang ia miliki secara fisik ditutupi secara melimpah dalam hal kepintaran. Semua tokoh yang bertemu dengannya selalu memuji kecerdasannya dalam berkomunikasi. Ia dikenal sebagai wanita terpelajar dan bisa memahami seluk beluk kenegarawanan termasuk politik antar kerajaan. Cleopatra jarang membutuhkan penerjemah karena menguasai sembilan bahasa termasuk Arabic, Ehiopic, Parthian, bahkan Hebrew atau Aramaic.
Mitos Seksual Seputar Cleopatra
Dalam hampir 3 dekade kepemimpinannya, ada banyak mitos seksual berkembang tentang Cleopatra, baik sebagai ratu maupun saat menjalankan tugasnya sebagai pemimpin keagamaan tertinggi sekte Aset. Berikut ini beberapa mitos seksual yang berkembang tentang Cleopatra seperti yang tertulis di elixirofknowledge.com:
1. Fellatio dengan seratus bangsawan Romawi. Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Cleopatra memberikan fellatio (seks oral) kepada seratus bangsawan Romawi. Hal ini sangat dibanggakan oleh pengikutnya sebagai pendeta Aset.
2. Bercinta dengan seribu pria berbeda selama seminggu. Untuk dapat menjadi pendeta Aset, Cleopatra harus terlebih dahulu bercinta dengan seribu pria selama seminggu. Pada masa itu, seminggu sama dengan sepuluh hari. Cleopatra berhasil menunaikan tugasnya kurang dari seminggu.
3. Bercinta sebagai ritual pembersihan lelaki dan kesuburan. Masih menurut sekte keagamaan Aset, sebagai seorang pendeta Cleopatra harus menjalankan ritual seks sebagai perlambang pembersihan dosa laki-laki dan demi kesuburan negerinya.
4. Melakukan pernikahan sedarah. Pernikahan sedarah wajar dilakukan di Mesir kuno untuk menjaga tahta dan garis keturunan bangsawan. Cleopatra pun diceritakan menikah dengan adiknya yang baru berusia sepuluh tahun, Ptolemy XIII Theos Philophator.
1. Fellatio dengan seratus bangsawan Romawi. Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Cleopatra memberikan fellatio (seks oral) kepada seratus bangsawan Romawi. Hal ini sangat dibanggakan oleh pengikutnya sebagai pendeta Aset.
2. Bercinta dengan seribu pria berbeda selama seminggu. Untuk dapat menjadi pendeta Aset, Cleopatra harus terlebih dahulu bercinta dengan seribu pria selama seminggu. Pada masa itu, seminggu sama dengan sepuluh hari. Cleopatra berhasil menunaikan tugasnya kurang dari seminggu.
3. Bercinta sebagai ritual pembersihan lelaki dan kesuburan. Masih menurut sekte keagamaan Aset, sebagai seorang pendeta Cleopatra harus menjalankan ritual seks sebagai perlambang pembersihan dosa laki-laki dan demi kesuburan negerinya.
4. Melakukan pernikahan sedarah. Pernikahan sedarah wajar dilakukan di Mesir kuno untuk menjaga tahta dan garis keturunan bangsawan. Cleopatra pun diceritakan menikah dengan adiknya yang baru berusia sepuluh tahun, Ptolemy XIII Theos Philophator.
Cleopatra dan Julius Caesar
Awalnya Cleopatra mulai berkuasa sebagai wakil pemimpin di Mesir. Namun empat tahun kemudian regimnya tumbang karena perpecahan dengan adiknya Ptolemy XIII. Saat Cleopatra diasingkan adiknya mengambil langkah buruk dengan membunuh Pompey yang Pergi ke Mesir pada 28 september 48 SM. Walaupun Pompey merupakan musuh Julius Caesar yang saat itu adalah salah satu penguasa Romawi, tetapi Pompey tetap dihormati dan ingin ditangkap hidup-hidup. Mendengar pembunuhan tersebut Caesar marah dan langsung menduduki ibukota Mesir, Alexandria.
Ketika itu Cleopatra nekat minta diseludupkan di dalam gulungan karpet dan dibawa ke ruang kerja Caesar. Seorang gadis yang usianya baru 22 tahun ini memiliki kepandaian yang mampu memikat sang jendral dan politikus senior yang sudah berusia 50 tahunan ini. Cleopatra berhasil merayu Caesar untuk bersama-sama menggulingkan tahta adiknya. Akhirnya Ptolemy XII tewas ditenggelamkan di sungai Nil dan Cleopatra naik tahta. Mereka dengan cepat menjadi kekasih dan Cleopatra melahirkan seorang putra yang diberi nama Caesarion.
Untuk sementara waktu kekuasaan Cleopatra di Mesir begitu kuat, apalagi Julius Caesar berhasil menjadi penguasa Romawi setelah memenangkan perang saudara. Namun kedekatannya dengan Caesar akhirnya menjadi bumerang politik dimana mereka diisukan berniat menjadi Raja dan Ratu Romawi, sesuatu yang tabu bagi penduduk Roma yang masih berbentuk Republik. Julius Caesar menjadi korban pembunuhan tidak lama setelah kedatangan Cleopatra di Roma yaitu pada 15 Maret 44 SM. Hal itu begitu menggemparkan, Romawi kembali terlempar ke dalam perang saudara. Kemudian sang Ratu kembali ke Mesir untuk mengamankan diri.
Kurangnya pengalaman dan pengetahuan di bidang militer membuatnya harus bergantung pada sosok pria yang kompeten secara militer untuk menyelamatkan pemerintahannya dari kehancuran. Maka setelah kematian Julius Caesar, Cleopatra harus mencari penggantinya. Pilihannya jatuh kepada Mark Antony, ia adalah seorang teman dan juga letnan dari Julius Caesar yang mengontrol seluruh wilayah Mediterania.
Ketika tahu Antony akan datang menemuinya, Cleopatra mempersiapkan penyambutan istimewa yang tidak akan pernah dilupakan oleh Antony. Ia dijamu diatas kapal pesiar kerajaan yang sangat mewah. Seperti halnya Caesar, Antony pun bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Ia akhirnya berselingkuh dan menjadi kekasih Ratu Mesir itu, mereka dikaruniai tiga orang anak, dua anak kembar yaitu Alexander Helios dan Cleopatra Selena II, lalu yang terakhir Ptolemy Philadelphus.
Dengan begitu Antony menghabiskan banyak waktu di Alexandria. Ia seolah tidak perduli dengan istri sah nya, Octavia Minor. Ia adalah adik dari Octavian si anak angkat Julius Caesar. Antony juga dituding lebih suka bermalas-malasan di istana Cleopatra daripada mengurusi pasukannya atau berperang menaklukkan jajahan baru. Sikap Antony yang seperti itu tidak di senangi oleh bangsa Romawi. Apalagi disusul dengan peristiwa "Donations of Alexandria", sebuah deklarasi resmi bahwa anak-anak Cleopatra dari Antony akan memerintah atas berbagai kawasan Romawi yang berada di bawah otoritas Antony. Bersamaan dengan pernikahan Antony dengan Cleopatra dan perceraiannya dengan Oktavia Minor. Octavian menjadi sangat marah dan peristiwa tersebut berujung pada Perang Republik Romawi Terakhir.
Setelah mengadakan perang propaganda, Octavian memaksa para sekutu Antony di Senat Roma untuk keluar dari Roma pada 32 SM dan mendeklarasikan perang terhadap Mesir. Armada angkatan laut campuran dari Antony dan Cleopatra dikalahkan dalam Pertempuran Actium tahun 31 SM oleh jenderal perang Octavian yang bermama Agrippa. Pasukan romawi menginvasi Mesir pada 30 SM dan mengalahkan pasukan Antony. Ketika perang sampai di Mesir, Mark Antony sang penakluk kerajaan Parthian justru menghabisi dirinya sendiri setelah mendengar isu bahwa Cleopatra sudah bunuh diri. Walaupun terdengar tragis-romantis tetapi kesehatan psikis dan mentalnya sebagai seorang jendral patut dipertanyakan. Pasukan miliknya menyerah kepada Octavian.
Julius Caesar (kiri), Mark Antony (kanan)
Ketika itu Cleopatra nekat minta diseludupkan di dalam gulungan karpet dan dibawa ke ruang kerja Caesar. Seorang gadis yang usianya baru 22 tahun ini memiliki kepandaian yang mampu memikat sang jendral dan politikus senior yang sudah berusia 50 tahunan ini. Cleopatra berhasil merayu Caesar untuk bersama-sama menggulingkan tahta adiknya. Akhirnya Ptolemy XII tewas ditenggelamkan di sungai Nil dan Cleopatra naik tahta. Mereka dengan cepat menjadi kekasih dan Cleopatra melahirkan seorang putra yang diberi nama Caesarion.
Untuk sementara waktu kekuasaan Cleopatra di Mesir begitu kuat, apalagi Julius Caesar berhasil menjadi penguasa Romawi setelah memenangkan perang saudara. Namun kedekatannya dengan Caesar akhirnya menjadi bumerang politik dimana mereka diisukan berniat menjadi Raja dan Ratu Romawi, sesuatu yang tabu bagi penduduk Roma yang masih berbentuk Republik. Julius Caesar menjadi korban pembunuhan tidak lama setelah kedatangan Cleopatra di Roma yaitu pada 15 Maret 44 SM. Hal itu begitu menggemparkan, Romawi kembali terlempar ke dalam perang saudara. Kemudian sang Ratu kembali ke Mesir untuk mengamankan diri.
Cleopatra dan Mark Antony
Ketika tahu Antony akan datang menemuinya, Cleopatra mempersiapkan penyambutan istimewa yang tidak akan pernah dilupakan oleh Antony. Ia dijamu diatas kapal pesiar kerajaan yang sangat mewah. Seperti halnya Caesar, Antony pun bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Ia akhirnya berselingkuh dan menjadi kekasih Ratu Mesir itu, mereka dikaruniai tiga orang anak, dua anak kembar yaitu Alexander Helios dan Cleopatra Selena II, lalu yang terakhir Ptolemy Philadelphus.
Dengan begitu Antony menghabiskan banyak waktu di Alexandria. Ia seolah tidak perduli dengan istri sah nya, Octavia Minor. Ia adalah adik dari Octavian si anak angkat Julius Caesar. Antony juga dituding lebih suka bermalas-malasan di istana Cleopatra daripada mengurusi pasukannya atau berperang menaklukkan jajahan baru. Sikap Antony yang seperti itu tidak di senangi oleh bangsa Romawi. Apalagi disusul dengan peristiwa "Donations of Alexandria", sebuah deklarasi resmi bahwa anak-anak Cleopatra dari Antony akan memerintah atas berbagai kawasan Romawi yang berada di bawah otoritas Antony. Bersamaan dengan pernikahan Antony dengan Cleopatra dan perceraiannya dengan Oktavia Minor. Octavian menjadi sangat marah dan peristiwa tersebut berujung pada Perang Republik Romawi Terakhir.
Setelah mengadakan perang propaganda, Octavian memaksa para sekutu Antony di Senat Roma untuk keluar dari Roma pada 32 SM dan mendeklarasikan perang terhadap Mesir. Armada angkatan laut campuran dari Antony dan Cleopatra dikalahkan dalam Pertempuran Actium tahun 31 SM oleh jenderal perang Octavian yang bermama Agrippa. Pasukan romawi menginvasi Mesir pada 30 SM dan mengalahkan pasukan Antony. Ketika perang sampai di Mesir, Mark Antony sang penakluk kerajaan Parthian justru menghabisi dirinya sendiri setelah mendengar isu bahwa Cleopatra sudah bunuh diri. Walaupun terdengar tragis-romantis tetapi kesehatan psikis dan mentalnya sebagai seorang jendral patut dipertanyakan. Pasukan miliknya menyerah kepada Octavian.
Akhir Riwayat Sang Ratu Mesir Terakhir
Setelah kematian Antony, Cleopatra merasa tidak akan mampu mempertahankan Mesir dari gempuran Octavian. Ia tidak sanggup melihat negeri yang dicintainya bakal dihancurkan Romawi. Ia juga tidak sudi dijadikan tawanan oleh Octavian dan diarak dalam kehinaan di hadapan rakyatnya sendiri. Maka ketika pasukan Romawi tiba di Mesir pada tahun 30 SM, Cleopatra mengakhiri hidupnya dengan meminum racun bersama anak-anaknya. Hal ini menyebabkan berakhirnya kerajaan Mesir.
Namun selama ini, Cleopatra diketahui mati bunuh diri dengan memasukkan anggota tubuhnya ke dalam keranjang penuh ular kobra. Hal ini menjadi mitos yang keliru, karena orang era tersebut terutama kaum berpendidikan seperti Cleopatra tahu betul bahwa gigitan ular berbisa akan mengakibatkan kematian yang lambat dan menyakitkan hingga berhari-hari. Sedangkan penggunaan racun di kalangan istana cukup besar sehingga hampir mustahil Ratu berpengalaman seperti Cleopatra tidak mengetahui hal tersebut. Hanya memerlukan beberapa jam saja agar racun bisa membunuh seseorang tanpa rasa sakit dan korbannya tenang seperti tidur. Yang pasti publik Romawi dan Octavian sendiri terkesima mendengar bahwa Cleopatra berani mengakhiri hidupnya sendiri daripada tertangkap.
Cleopatra (51SM - 30 SM) adalah pemimpin terakhir yang memerintah Mesir di era pharaoh. Setelah dia meninggal, Mesir masuk dalam provinsi Romawi. Cleopatra meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia tak pernah kehilangan tahtanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yang akan menghina dan merenggut keratuan dari dirinya.
Cleopatra patut diacungi jempol sebagai seorang pemimpin. Tidak bisa dipungkiri bahwa berkat dirinya kerajaan Mesir selamat, tumbuh subur dan terjamin kedaulatannya selama lebih dari 20 tahun. Sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat tidak banyak kerajaan lain disekitarnya yang mampu berbuat banyak saat berhadapan dengan Romawi. Hal-hal yang membuat Cleopatra mampu melakukannya bukanlah daya tarik seksual, bukan karena wajah cantik, bukan pula kekayaan semata tetapi kepintaran yang luar biasa. pemahaman terhadap masalah politik dan kenegarawanan menjadi modal untuk berdiskusi secara sederajat dengan penguasa lain dijamannya.
Apabila kebanyakan wanita hanya berpikiran tentang keluarga ataupun sosialita kelas atas yang membosankan bagi pria. Seorang Cleopatra mampu berbicara tentang kenaikan harga gandum di Mesir dan efeknya terhadap perekonomian Mediterania, berdiskusi tentang siapa yang sebenarnya berkuasa di Yunani, apa yang bisa dilakukan untuk membuat Politikus Roma mendukung mereka, hingga siapa yang bisa dibeli untuk menguatkan agenda mereka di dalam Senat.
Uniknya hal-hal di atas masih sangat relevan dengan masa sekarang. Wanita yang hanya tahu soal sepatu, baju, salon, dan tas tangan. Walaupun cantik tetapi kurang menarik bagi para pria sukses. Sejarah mencatat bahwa lebih banyak wanita kurang cantik yang mampu berkuasa, mungkin karena mereka harus memutar otak untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Berbeda dengan wanita cantik yang hanya perlu memelas untuk mendapatkannya. - © Inspirasea.com.
Namun selama ini, Cleopatra diketahui mati bunuh diri dengan memasukkan anggota tubuhnya ke dalam keranjang penuh ular kobra. Hal ini menjadi mitos yang keliru, karena orang era tersebut terutama kaum berpendidikan seperti Cleopatra tahu betul bahwa gigitan ular berbisa akan mengakibatkan kematian yang lambat dan menyakitkan hingga berhari-hari. Sedangkan penggunaan racun di kalangan istana cukup besar sehingga hampir mustahil Ratu berpengalaman seperti Cleopatra tidak mengetahui hal tersebut. Hanya memerlukan beberapa jam saja agar racun bisa membunuh seseorang tanpa rasa sakit dan korbannya tenang seperti tidur. Yang pasti publik Romawi dan Octavian sendiri terkesima mendengar bahwa Cleopatra berani mengakhiri hidupnya sendiri daripada tertangkap.
Cleopatra (51SM - 30 SM) adalah pemimpin terakhir yang memerintah Mesir di era pharaoh. Setelah dia meninggal, Mesir masuk dalam provinsi Romawi. Cleopatra meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia tak pernah kehilangan tahtanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yang akan menghina dan merenggut keratuan dari dirinya.
Cleopatra patut diacungi jempol sebagai seorang pemimpin. Tidak bisa dipungkiri bahwa berkat dirinya kerajaan Mesir selamat, tumbuh subur dan terjamin kedaulatannya selama lebih dari 20 tahun. Sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat tidak banyak kerajaan lain disekitarnya yang mampu berbuat banyak saat berhadapan dengan Romawi. Hal-hal yang membuat Cleopatra mampu melakukannya bukanlah daya tarik seksual, bukan karena wajah cantik, bukan pula kekayaan semata tetapi kepintaran yang luar biasa. pemahaman terhadap masalah politik dan kenegarawanan menjadi modal untuk berdiskusi secara sederajat dengan penguasa lain dijamannya.
Apabila kebanyakan wanita hanya berpikiran tentang keluarga ataupun sosialita kelas atas yang membosankan bagi pria. Seorang Cleopatra mampu berbicara tentang kenaikan harga gandum di Mesir dan efeknya terhadap perekonomian Mediterania, berdiskusi tentang siapa yang sebenarnya berkuasa di Yunani, apa yang bisa dilakukan untuk membuat Politikus Roma mendukung mereka, hingga siapa yang bisa dibeli untuk menguatkan agenda mereka di dalam Senat.
Uniknya hal-hal di atas masih sangat relevan dengan masa sekarang. Wanita yang hanya tahu soal sepatu, baju, salon, dan tas tangan. Walaupun cantik tetapi kurang menarik bagi para pria sukses. Sejarah mencatat bahwa lebih banyak wanita kurang cantik yang mampu berkuasa, mungkin karena mereka harus memutar otak untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Berbeda dengan wanita cantik yang hanya perlu memelas untuk mendapatkannya. - © Inspirasea.com.
Referensi
- History.com - Cleopatra
- Britannica.com - Cleopatra, Queen of Egypt
- Biography.com - Cleopatra VII
- Wikipedia - Cleopatra
- Kisah Cleopatra Sang Ratu Mesir Terakhir
- Sejarah yang sebenarnya tentang Cleopatra
- Biografi Cleopatra semasa hidupnya
- Mitos seksual tentang cleopatra


