Kisahe

Monday, March 9, 2020

Analisa 5 Website Berita

1. Detik.com



Detik.com adalah portal web yang menyampaikan berbagai berita yang banyak diminati di Indonesia. Detik juga menyajikan berita yang berkualitas baik dari segi isi dan pembahasan yang mendetail, mereka juga memiliki majalah detik digital yang bisa di download secara gratis. Hal yang bagus dari detik adalah banyaknya pengguna yang berkomentar dan menjadi situs berita yang menarik untuk pengguna saling berkomentar dan mengutarakan opini mereka dibanding dengan situs portal berita lainnya.

Analisa:

a. Konten

Detik.com telah mengiuti aturan penulisan web yang baik. Hal itu dilihat dari penulisan header, judul, tanda baca, dan pemiihan topik dalam kategori berita ditulis dengan EYD yang benar dan ditampilkan secara lebih singkat sehingga pembaca dapat lebih muda memahami apa yang ditulis di detik.com.

b. Fungsionalitas

Ketika kita membuka situs detik.com, maka akan muncul tampilan halaman beranda yang menampilkan berbagai kategori berita yang dapat diakses. Tampilan tersebut membuat detik.com menjadi mudah diakses karena viewer dapat dengan mudah mencari ataupun memilih artikel yang ingin mereka baca.

c. Navigasi

Di halaman detik.com sangat mudah untuk menemukan sebuah konten yang ingin dicari. Terdapat menu kategori yang terdiri dari banyak pilihan. Selain itu, ada pilihan topik terhangat pmberitaan yang juga ditampilkan. 



2. CNN Indonesia



Cable News Network Indonesia (disingkat CNN Indonesia) adalah sebuah stasiun televisi dan situs berita milik Trans Media bekerjasama dengan WarnerMedia, divisi dari AT&T. Saluran CNN Indonesia menyajikan konten lokal dan internasional, dengan fokus pada berita umum, bisnis, olahraga, teknologi dan hiburan. Sementara itu, situs berita CNNIndonesia.com telah diluncurkan pada 20 Oktober 2014 dengan Yusuf Arifin sebagai pemimpin redaksi.

Analisa:

a. Konten

CNNindonesia.com telah memenuhi aturan penulisan untuk web. Hal tersebut dapat dilihat dari penulisan Header, judul, tanda baca, dan pemiihan topik menggunakan bahasa dan EYD yang tepat dan mudah dipahami. Tulisan berita juga lugas dan tidak terlalu panjang.

b. Fungsionalitas

CNNIndonesia.com mudah diakses karena tampilan beranda yang teratur dan memberi kolom kategori sehingga memudahkan pembaca untuk memilih berita. Warna yang tidak terlalu  mencolok mata sehingga memudahkan pembaca untuk menelusuri pilihan menu yang ditampilkan.

c. Navigasi

CNNIndonesia.com dilengkapi dengan pilihan kolom berbagai kberita. Di bagian bawah juga terdapat pilihan berita terbaru, terpopuler, video dan lain-lain. Hal tersebut memudahkan pembaca untuk menemukan konten yang dikehendaki. Tidak lupa terdapat kolom pencarian untuk kita memasukkan kata kun



3. Media Indonesia



Media Indonesia adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Jakarta. Tergabung ke dalam Media Group, sejumlah kalangan menganggap Media Indonesia sebagai surat kabar umum terbesar ketiga di Indonesia. Media Indonesia membawahi stasiun televisi Metro TV pada tahun 2000-saat ini.

Analisa:

a. Konten

Website Media Indonesia menampilkan 7 konten saja, yaitu: Ekonomi, Humaniora, Kesehatan, Megapolitan, Nusantara, Olahraga, dan Polkam dan HAM. Tetapi, sebenarnya ada banyak macam konten berita yang disajikan hanya saja tempatnya tersembunyi sehingga pembaca harus mengklik tombol yang ada ditulisan Media Indonesia baru muncul berbagai macam pilihan konten berita.

b. Fungsionalitas

Adanya konvergensi media memang ditujukan untuk sebuah kemudahan bagi para khalayak untuk mendapatkan informasi dengan cepat, mudah, dan akurat. Website Media Indonesia mudah digunakan karena di website tersebut dilengkapi dengan banyak pilihan rubrik khalayak bisa mendapatkan informasi.

c. Navigasi

Website Media Indonesia menyediakan navigasi bagi para penggunanya dengan menyediakan kolom search engine untuk memberikan kemudahan pada pembacanya mencari berita yang diinginkan.



4. Okezone




Okezone.com adalah portal online berita dan hiburan berbahasa Indonesia. Resmi diluncurkan pada 1 Maret 2007, portal online ini dimiliki oleh PT Media Nusantara Citra (MNC), perusahaan yang juga mengelola beberapa bisnis media lain seperti televisi, media cetak dan jaringan radio.

Analisa:

a. Konten

Okezone menyajikan bapak konten, sebenarnya ada banyak macam konten berita yang disajikan hanya saja tempatnya tersembunyi sehingga pembaca harus mengklik tombol yang ada ditulisan Media Indonesia baru muncul berbagai macam pilihan konten berita.

b. Fungsionalitas

Okezone mudah diakses karena tampilan beranda yang teratur dan memberi kolom kategori sehingga memudahkan pembaca untuk memilih berita. Warna yang tidak terlalu mencolok mata sehingga memudahkan pembaca untuk menelusuri pilihan menu yang ditampilkan.

c. Navigasi

Website Media Indonesia menyediakan navigasi bagi para penggunanya dengan menyediakan kolom search engine untuk memberikan kemudahan pada pembacanya mencari berita yang diinginkan.



5. Sindo News



Sindonews.com merupakan situs berita yang secara resmi berdiri pada 4 Juli 2012, di bawah manajemen Sindo Media, dan memiliki tagline "Sumber Informasi Tepercaya"

Analisa:

a. Konten

Sindo News telah memenuhi aturan penulisan untuk web. Hal tersebut dapat dilihat dari penulisan Header, judul, tanda baca, dan pemiihan topik menggunakan bahasa dan EYD yang tepat dan mudah dipahami. Tulisan berita juga lugas dan tidak terlalu panjang.

b. Fungsionalitas

Sindo News mudah diakses karena tampilan beranda yang teratur dan memberi kolom kategori sehingga memudahkan pembaca untuk memilih berita. Warna yang tidak terlalu  mencolok mata sehingga memudahkan pembaca untuk menelusuri pilihan menu yang ditampilkan.

c. Navigasi

Sindo News dilengkapi dengan pilihan kolom berbagai kberita. Di bagian bawah juga terdapat pilihan berita terbaru, terpopuler, video dan lain-lain. Hal tersebut memudahkan pembaca untuk menemukan konten yang dikehendaki. Tidak lupa terdapat kolom pencarian untuk kita memasukkan kata kun


Monday, March 4, 2019

Sejarah Terbentuknya Britania Raya (United Kingdom)

(Bendera UK - Union Jack)

Hampir tidak mungkin jika kalian tidak pernah mendengar tentang negara Inggris. Selain dari dunia persepakbolaan inggris yang sangat populer, inggris juga sangat terkenal di pelajaran sejarah. Karena di masa lalu inggris memiliki banyak wilayah jajahan yang tersebar diseluruh dunia. Meskipun kini sebagian besar daerah jajahan inggris sudah merdeka, namun beberapa dari negara-negara tersebut tetap menjalin kontrak dengan inggris lewat organisasi persemakmuran.

Lalu bagaimana sejarah terbentuknya negara yang sempat mendapat predikat sebagai negara adidaya pada Perang Dunia II ini. Sebelum sampai pada pembahasan itu, alangkah baik nya jika kita tau dulu apa pengertian England (Inggris) dan perbedaannya dengan Great Britain (Britania Raya) serta United Kingdom (Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara). Karena sepertinya sebagian dari kita masih sedikit bingung dengan perbedaan ini.

Inggris (England) adalah salah satu negara berdaulat yang merupakan bagian dari Kerajaan Britania RayaBritania Raya (Great Britain) adalah sebutan untuk kerajaan kesatuan antara Inggris, Scotlandia, dan Wales yang diciptakan di bawah Undang-Undang Persatuan tahun 1707. Sedangkan United Kingdom adalah nama baru Kerajaan Britania Raya setelah Irlandia Utara bergabung. Ini ditandai dengan diberlakukannya Undang-Undang Persatuan 1801, dan dengan nama resmi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara.

Periode Setelah Kekuasaan Romawi


Pada awalnya Pulau Britania Raya di invasi oleh Romawi pada tahun 43M, dibawah kepemimpinan Kaisar Claudius. Pada tahun 410 kekuasaan Romawi di Britania mulai menurun, tentara Romawi yang ada di Britania ditarik kembali. Karena penarikan ini Britania terbuka atas serangan dari baerbagai suku pagan, terutama suku Anglo-Saxon. Pengaruh mereka tetap bertahan selama puluhan tahun lamanya hingga suku Briton berhasil memenangkan Pertempuran Gunung Badon pada abad ke-6.

Agama Kristen turut menghilang seiring jatuhnya Romawi, namun diperkenalkan kembali oleh para misionaris dari Romawi yang dipimpin oleh Agustinus sejak tahun 597 dan seterusnya. Misionaris Irlandia bernama Aidan juga melakukan hal serupa pada periode yang sama. Selama periode ini Britania diperintah oleh suku-suku pendatang, hingga akhirnya terjadi perpecahan di abad ke-7. Suku-suku ini terpecah namun kemudian saling melebur menjadi beberapa kerajaan seperti Northumbria, Mercia, Wessex, Anglia Timur, Essex, Kent dan Sussex.

Pada abad ke-9 wilayah kerajaan-kerajaan inggris sempat dikuasai oleh bangsa Skandinavia (Viking). Mereka pertama kali datang dan mendarat di Lindisfarne pada 793. Awalnya mereka datang dari Denmark hanya untuk menjarah lalu berlayar kembali ke asalnya. Namun setelah kematian pemimpin mereka Ragnar Lothbrok di tangan Raja Ælla dari Northumbria. Anak-anak nya datang bersama pasukan berjumlah besar yang sangat biadab (Great Heathen Army) untuk membalas dendam. Mereka berhasil menaklukan Northumbria, Mercia dan Anglia Timur. Wessex di bawah pemerintahan Alfred yang Agung, tersisa sebagai satu-satunya kerajaan Inggris yang masih berdiri.

Bersatunya Kerajaan Inggris


Setelah Alfred wafat, Wessex terus berkembang dan diperluas lagi dengan menaklukkan kerajaan Danelaw. Perkembangan Wessex ini membuat kesempatan untuk menyatukan Inggris secara politik semakin besar. Penyatuan ini pada akhirnya berhasil dilakukan oleh Athelstan pada tahun 953. Namun pada akhir abad ke-10, bangsa skandinavia kembali menyerang Inggris dan berhasil menguasainnya. Hingga akhirnya direbut kembali oleh Edward sang Pengaku pada tahun 1042. Namun tidak lama setelah itu, Inggris kembali ditaklukan oleh bangsa pendatang dari Normandia. Di bawah pimpinan William sang Penakluk, ia dan pasukannya berhasil menaklukkan Inggris pada tahun 1066.

Setelah menaklukan Inggris, bangsa Norman melanjutkan invasinya ke Wales. Seluruh wilayah Wales akhirnya berhasil dikuasai Inggris pada tahun 1282. Pasca penaklukan Wales, Edward I selaku raja Inggris kala itu membagi Wales ke dalam 6 daerah administrasi baru & membangun beberapa istana besar untuk menyimbolkan supremasi Inggris atas Wales. Walaupun secara resmi Wales kini berada di bawah kekuasaan Inggris, namun daerah tersebut tetap diperbolehkan menggunakan sistem hukumnya sendiri dan memiliki kebebasan otonomi daerah yang cukup longgar.

Melebarkan Sayap Ke Irlandia


Pulau Irlandia yang berada tepat di sebelah barat Pulau Britania menjadi sasaran utama bangsa Norman untuk melebarkan sayapnya. Irlandia adalah wilayah yang dipenuhi oleh kerajaan-kerajaan kecil yang tunduk kepada Raja Agung Irlandia, Ard Ri Eireann. Kerajaan Inggris dibawah penguasaan bangsa norman mulai menginvasi Irlandia pada tahun 1171, setelah mendapat izin dari Paus Adrian IV demi menegakkan kembali kekristenan di sana. 

Empat tahun kemudian perjanjian damai akhirnya terbentuk dan memaksa Raja Agung Irlandia saat itu Ruaidri Ua Conchobair, membiarkan Inggris menguasai sebagian wilayah Irlandia. Kekuasaan Ruaidri hilang sepenuhnya setelah Henry II selaku raja Inggris mengangkat putranya, John Lackland, sebagai raja Irlandia pada tahun 1185John Lackland mendapati banyak masalah ketika menguasai Irlandia. Ia harus menghadapi perlawanan dari para penguasa lokal pribumi dan juga imigran Norman. 



Sedangkan di Pulau Britania, pemberontakan meletus di Wales selama seabad terakhir. Untuk meredamnya, pada tahun 1535 sistem birokrasi Wales dilebur ke dalam sistem birokrasi Inggris sehingga kini semua aturan dan kebijakan yang berlaku di Inggris juga berlaku di Wales. Sejak tahun itu pula, bahasa Inggris menjadi satu-satunya bahasa resmi yang diperbolehkan di Wales. Pada periode yang berdekatan, Inggris dan Skotlandia mulai menjadikan Protestan sebagai agama resmi kerajaan setelah Paus Clement VII menolak keinginan raja Inggris, Henry VIII, untuk menikah dengan Catherine dari Aragon, Spanyol.

Memburuknya hubungan Inggris dengan Paus mengharuskan inggris kembali menginvasi Irlandia. Hal ini dilakukan untuk mencegah Irlandia menjadi basis bagi sekutu Paus, karena mayoritas penduduk Irlandia adalah Katolik. Pada tahun 1536, Inggris lagi-lagi berhasil menginvasi Irlandia. Perlawanan dari penduduk lokal terus berlanjut karena inggris memaksa mereka untuk meninggalkan agama Katoliknya. Untuk mengubah komposisi penduduk disanasejak pertengahan abad ke-16 Inggris mengirimkan rakyatnya yang beragama Protestan untuk menetap di Irlandia. Hal ini juga bertujuan untuk mendesak penduduk Irlandia yang beragama Katolik.

Terbentuknya Britania Raya


Pada 1603, James VI selaku Raja Skotlandia dan suami dari putri Raja Inggris di awal abad ke-16 dianugerahi tahta Kerajaan Inggris, selepas wafatnya Ratu Elizabeth I. Namun terjadi penolakan dari keduabelah pihak Inggris dan Scotlandia, keduanya sama-sama ingin mempertahankan identitas kebangsaannya. Tapi akhirnya pada tahun 1707, Inggris (Wales sudah termasuk bagian dari Inggris) dan Skotlandia berhasil dilebur menjadi "Kerajaan Britania Raya" lewat Undang-Undang Penyatuan (Act of Union). Penyatuan ini terjadi karena Inggris membutuhkan tenaga manusia dan wilayah Skotlandia untuk menunjang sektor ekonomi dan militernya, sementara Skotlandia membutuhkan teknologi dan kekayaan Inggris untuk memajukan wilayahnya.



Pada 1800, Britania Raya dan Irlandia sepakat mengesahkan Undang-Undang Penyatuan terbaru. Keduannya menyatukan wilayah mereka dengan nama resmi "United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland" atau singkatnya United Kingdom (Britania Raya). Namun pada 1922, Britania Raya mengalami penyusutan setelah sebagian besar wilayah Irlandia memerdekakan diri sebagai Republik Irlandia. Penyatuan ini juga melahirkan bendera Union Jack sebagai bendera resmi Britania Raya dengan desain yang berasal dari penggabungan tiga bendera kerajaan yang bersatu. - © Inspirasea.com.

  • Sejarah Terbentuknya Britania Raya (United Kingdom)
  • Sejarah Berdirinya Kerajaan Serikat Britania Raya
  • Sejarah Inggris pada abad pertengahan sampai sekarang

Saturday, March 2, 2019

Mehmed II, Sang Penakluk Dari Ottoman

(Illustration by metinaktuna on Pinterest)

Seharusnya sudah tidak asing lagi bagi para penikmat konten sejarah saat mendengar nama Mehmed II. Selain fakta bahwa dirinya adalah salah satu sultan paling terkenal dari Kerajaan Ottoman, ia juga telah menorehkan pencapaian yang luar biasa lewat penaklukan Konstantinopel. Sehingga namanya pun banyak disanjung, dan bahkan kisahnya diadaptasi pada film layar lebar berjudul “Fetih 1453”. Kali ini Inspirasea.com akan sedikit mengulas perjalanan semasa hidupnya.

Sosok Mehmed II dan Awal Kehidupannya


Mehmed II, juga dikenal secara luas dengan Sultan Muhammad Al-Fatih adalah seroang sultan yang memimpin Kerajaan Ottoman (Kesultanan Utsmaniyah, yang sekarang kita kenal dengan Turki) pada tahun 1444-1446 dan 1451-1481. Ia dijuluki Al-Fatih (Sang Penakluk) atas pencapaiannya dalam penaklukan Konstantinopel (Istanbul). Sekaligus mengakhiri riwayat Kekaisaran Byzantium (Kekaisaran Romawi Timur).

Mehmed lahir pada 30 Maret 1342 di Edirne, ibukota Kerajaan Ottoman pada masa itu. Ia adalah putra keempat dari Sultan Murad II yang merupakan raja ke-6 Kerajaan Ottoman. Ibunya adalah seorang selir yang bernama Hüma Hatun. Ahli sejarah menceritakannya sebagai pria yang tinggi dan kuat. Seorang negarawan dan pemimpin militer yang kompeten. Ia juga memiliki ketertarikan pada seni, literatur, filsafat dan sains. Ia juga bisa menguasai 7 bahasa dengan sangat lancar.

Sultan Murad II sangat memperhatikan pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Di usianya yang masih baru menginjak dua belas tahun, Mehmed dikirim ke Magnesia bersama dua orang pembimbing. Pada tahun yang sama ayahnya mengangkat Mehmed menjadi Sultan dan kemudian beliau turun tahta. Selama masa pemerintahannya yang pertama itu, Mehmed harus menghadapi krisis eksternal dan internal yang serius. Semua pihak termasuk Raja Hongaria, Paus, Kekaisaran Byzantium, Venesia memanfaatkan momen ini untuk merencanakan Perang Salib baru.

Pertempuran Varna


Pada bulan September 1444 pasukan Tentara Salib menyeberangi Danube. Setelah mendengar berita ini, Mehmed II menyadari bahwa ia masih terlalu muda dan tidak berpengalaman untuk mengalahkan koalisi ini. Ketika Tentara Salib telah mengepung Varna, Sultand Murad II yang sudah pensiun didesak untuk memimpin kembali pasukan. Awalnya ia menolak, ia kemudian sepakat setelah menerima surat dari anaknya yang berisi "Jika kamu adalah Sultan, datang dan pimpin pasukanmu. Jika saya adalah Sultan, dengan ini saya memerintahkan kamu untuk datang dan memimpin pasukanku." Tentara Ottoman di bawah kepemimpinan Sultan Murad II berhasil mengalahkan pasukan gabungan Hongaria-Polandia dan Wallachia.

Kemenangan Sultan Murad II atas Tentara Salib mengakhiri krisis yang terjadi. Namun setelah krisis tersebut berlalu, seorang wazir agung bernama Çandarlı Halil mencari cara agar sultan Murad II mau menaiki tahtanya kembali. Akhirnya ia merekayasa sebuah pemberontakan yang dilakukan oleh pasukan khusus kerajaan ottoman sendiri yang disebut Jannisari. Rencana tersebut berjalan dengan lancar dan Sultan Murad II kembali naik tahta. Ia kemudian mengirim lagi anaknya Mehmed II ke Magnesia. Kali ini Mehmed ditemani oleh Zaganos dan Şihâbeddin sebagai pembimbingnya. Disana Mehmed berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang sultan.

Penaklukan Konstantinopel


Setelah kematian ayahnya Mehmed II kembali naik tahta. Ia sangat berambisi untuk menaklukan Konstantinopel. Ia menyusun rencananya dengan matang, dimulai dengan melakukan persiapan diplomatik dan militer untuk mencegah Hongaria dan Venesia ikut campur. Lalu membangun benteng BoÄŸazkesen untuk memblokade jalur perdagangan di selat Bosporus yang menghubungakan Turki bagian asia dan eropa. Membangun 31 armada kapal perang, dan meminta seorang pembuat meriam terkenal bernama Urban untuk membuat sebuah meriam tipe baru yang sangat besar.

Awalnya pihak Eropa dan Byzantium meremehkannya karena ia sempat gagal dalam menduduki tahta. Bahkan beberapa penasihat militernya masih belum percaya akan kemampuan sultan muda tersebut. Apalagi, Konstantinopel terkenal sulit ditaklukkan. Kota itu dikelilingi tembok pertahanan kuat. Untuk mengisolasinya juga sulit, kecuali melalui jalur laut. Sedangkan jalur laut telah dipagari dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Byzantium tanpa melintasi rantai tersebut.

Sehari sebelum memulai serangan, Mehmed II berpidato dengan menyerukan kepada pasukannya bahwa mereka tengah menjalankan perang suci, dengan cara ini ia sanggup membangkitkan semangat dan moral pasukannya. Bulan April 1453, pasukan Ottoman memulai serangan besar-besaran. Meski terus menerus dibombardir, warga kota Konstantinopel tetap bisa bertahan. Pengepungan yang berlangsung sekitar 50 hari itu menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan kedua belah pihak. 4 juta prajurit Ottoman yang dikerahkan lewat jalur darat berhasil dipukul mundur oleh pasukan bertahan Byzantium. Banyak pasukan Ottoman yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. 

Serangan terakhir 


Akhirnya Sultan Mehmed II menemukan ide cemerlang. Satu-satunya cara yang harus dilakukan untuk menaklukan Konstantinopel adalah dengan menembus jalur laut. Ia dan pasukannya menyebrangkan 70 kapal mereka lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar. Mereka melintasi Galata dengan menebangi pohon-pohon tersebut menuju ke muara dan meluncurkan kembali kapal mereka di Tanduk Emas. Hal itu dilakukan dengan cepat tidak sampai satu malam. Sebenarnya ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Byzantium di abad ke-10. Namun mereka tidak terlalu cepat dan akhirnya dikalahkan oleh orang-orang Byzantium Romawi.

Pasukan Byzantium dikejutkan dengan munculnya pasukan Ottoman diperairan Tanduk Emas, dan peperangan mati-matian pun terjadi. Pada tanggal 29 Mei 1453 M, Sultan Mehmed akhirnya berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Pasukan Kristen Kerajaan Ottoman menyerang pertama kali diikuti oleh gelombang serangan berturut-turut pasukan yang miskin pelatihan dan perlengkapan, serta pasukan Anatolia yang berfokus pada bagian dinding Blachernai di barat laut kota, yang telah rusak oleh meriam.

Meski sempat dipukul mundur, pasukan Ottoman kembali mengendalikan jalannya perang lewat serangan mematikan dari pasukan elit Jannisari. Jenderal Genoa, Giovanni Giustiniani, terluka parah selama penyerangan. Mereka memutuskan mundur, namun akhirnya Giustiniani meninggal beberapa hari kemudian karena luka-lukanya. Dengan mundurnya pasukan Genoa, Konstantinus IX dan pasukannya harus berjuang sendirian. Mereka terus bertempur dan mampu menahan pasukan Jannisari untuk sementara. Ketika bendera Ottoman dikibarkan, kepanikan pasukan bertahan semakin menjadi, dan pertahanan mereka pun akhirnya runtuh. 

Tentara Jannisari yang dipimpin Ulubatlı Hasan terus menekan. Sisa-sisa tentara Yunani, Venesia dan Genoa melarikan diri. Beberapa dari mereka bunuh diri dengan melompat dari dinding kota atau menyerah. Disebutkan bahwa Konstantinus, melepaskan regalia ungunya, memimpin serangan terakhir dan meninggal dalam pertempuran. Namun di pihak lain, Nicolò Barbaro, mengatakan di bukunya bahwa Konstantinus gantung diri ketika Ottoman menembus gerbang San Romano.

Kejayaan yang dicapai pada masanya


Kerajaan besar yang berumur 11 abad itu akhirnya jatuh ke tangan pasukan Ottoman. Setelah memasuki kota Konstantinopel, Mehmed II turun dari kudanya lalu bersujud sebagai tanda syukur. Kemudian, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Selama menduduki kota tersebut, Mehmed II memperlakukan warga sebelumnya dengan baik dan tidak semena-mena. Ia berusaha mengembalikan fungsi bangunan yang rusak karena perang dan juga mendirikan rumah tempat tinggal layak huni. 

Untuk menjalankan roda kegiatan sehari-hari, Sultan menunjuk salah seorang tokoh masyarakat setempat sebagai walikota. Hal tersebut berlaku sampai kemudian Sultan memperbarui sistem pemerintahan di kota itu. Konstantinopel diganti namanya menjadi Islambul (Negri Islam) dan ditetapkan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Ottoman. Pada saat inilah Mehmed II mulai menyandang gelar sebagai "Sultan Muhammad al-Fatih" yang berarti Sang Penakluk.

Setelah itu rentetan penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Mehmed II. Ia membawa pasukannya menkalukkan wilayah Balkan, yaitu Albania, Serbia, Hongaria, Yunani, dll. Menaklukan tepi laut hitam dengan menduduki Trebizond dan Gazaria. Menguasai Wallachia dan masih banyak lagi. Bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia.

Wafatnya sang penakluk


Pada tahun 1481M, Sultan Mehmed II pergi dari Istanbul untuk berperang walaupun sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan, sakit yang ia derita kian parah. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun tidak ada yang dapat menolongnya. Ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Mehmed II karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya. Namun tidak ada yang tau pasti apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Mehmed II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Italia untuk menaklukkan Romawi sesuai dengan strategi yang telah ia susun. Ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol. Sebelum wafat, Mehmed mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan. - © Inspirasea.com.

  • Kisah Mehmed II, Sang Penakluk Dari Ottoman
  • Sejarah lengkap Sultan Muhammad al-Fatih
  • Biografi Sultan Mehmed II semasa hidupnya
  • Penaklukan Konstantinopel oleh Mehmed II

Thursday, February 21, 2019

Cleopatra, Ratu Mesir Terakhir Yang Memikat Hati

Kisah semasa hidup cleopatra yang sebenernya
(Illustration by toy on DeviantArt)

Kisah seorang Cleopatra tak pernah kehilangan pesonanya, misteri tentang kehidupannya selalu menarik untuk dibahas, kisah percintaannya juga tak kalah seru, walaupun sudah lewat ribuan tahun semenjak ia hidup di dunia ini, kisah-kisahnya yang fenomenal akan terus diceritakan dalam berbagai bentuk dengan versi yang berbeda-beda. Nah kali ini Inspirasea.com akan mengulas sejarah dan kisah semasa hidupnya.

Siapakah Cleopatra?


Cleopatra adalah sebuah gelar untuk seorang Ratu Mesir. Cleopatra yang kita kenal hingga saat ini adalah Cleopatra VII yang mempunyai nama asli Thea Philopator. Ia adalah Firaun terakhir Mesir kuno yang terkenal akan kemampuannya memimpin dan juga pesona kecantikannya yang mampu memikat setiap pria yang dijumpainya. Untuk memperkuat imejnya di mata rakyat Mesir, Cleopatra menyebut dirinya sebagai putri Dewa Matahari atau Amun Ra. Ia juga digambarkan sebagai titisan Isis, Dewi dalam mitologi Mesir kuno yang dikenal pintar, cantik, dan bijaksana. Orang Mesir melihat Dewi Isis sebagai dewi baik yang mencintai semua makhluk. Pada upacara-upacara ritual, Cleopatra seringkali memerankan dirinya sendiri sebagai Dewi Isis, pelindung seluruh rakyat Mesir.

Menurut beberapa sumber Cleopatra bukan asli keturunan Mesir. Ia adalah keturunan dari dinasti Ptolemaic yang berasal dari Yunani-Macedonia. Kakek buyut Cleopatra adalah Ptolemy seorang jendral dan teman terdekat Alexander The Great yang ikut berperang hingga ke Persia dan India. Cleopatra lahir pada bulan Januari 69 SM di Mesir. Ayahnya adalah Ptolemy XII Auletes. Ibunya adalah Cleopatra V Tryphaena. Cleopatra juga mempunya kakak perempuan yaitu Cleopatra VI dan Berenice IV dan adik perempuan sekaligus yang paling bungsu Arsinoe IV serta saudara laki-laki  Ptolemeus XIII dan XVI . Cleopatra sangat cerdas dan memiliki kepribadian kuat. Ia berhasil bertahan dalam keluarga dimana kakak beradik siap saling membunuh untuk kekuasaan.


Sosok Cleopatra yang sebenarnya


Gambaran tetang Cleopatra yang kita tahu hingga kini adalah seorang wanita berwajah cantik mulus dengan makeup mata yang khas, dengan hidung dan dagu yang hampir seperti orang asia, rambut hitam berponi ala dora, lengkap dengan pakaian yang mewah, glamor serta eksotis. Padahal itu semua keliru dan tidak lain hanya rekaan Hollywood untuk film Cleopatra tahun 1963 silam yang begitu populer. Cleopatra yang asli memiliki rambut coklat atau kuning pirang, Dengan gaya rambut diikat kebelakang dan hidung ekstra mancung serta dagu tegas ala Yunani. 


Cleopatra Dalam film (kiri), Menurut sejarawan (kanan)

Bahkan sebenarnya sejarah mencatat Cleopatra sebagai sosok wanita yang kurang cantik. Berbagai koin yang dicetak dengan wajahnya memperlihatkan wajah yang maskulin daripada feminim. Walaupun mungkin hal tersebut bertujuan untuk menegaskan imagenya sebagai penguasa tetapi patung wajah yang dibuat paling dekat dengan masanya juga memiliki kencenderungan yang sama.

Apapun kekurangan yang ia miliki secara fisik ditutupi secara melimpah dalam hal kepintaran. Semua tokoh yang bertemu dengannya selalu memuji kecerdasannya dalam berkomunikasi. Ia dikenal sebagai wanita terpelajar dan bisa memahami seluk beluk kenegarawanan termasuk politik antar kerajaan. Cleopatra jarang membutuhkan penerjemah karena menguasai sembilan bahasa termasuk Arabic, Ehiopic, Parthian, bahkan Hebrew atau Aramaic.

Mitos Seksual Seputar Cleopatra


Dalam hampir 3 dekade kepemimpinannya, ada banyak mitos seksual berkembang tentang Cleopatra, baik sebagai ratu maupun saat menjalankan tugasnya sebagai pemimpin keagamaan tertinggi sekte Aset. Berikut ini beberapa mitos seksual yang berkembang tentang Cleopatra seperti yang tertulis di elixirofknowledge.com:

1. Fellatio dengan seratus bangsawan Romawi. Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Cleopatra memberikan fellatio (seks oral) kepada seratus bangsawan Romawi. Hal ini sangat dibanggakan oleh pengikutnya sebagai pendeta Aset.

2. Bercinta dengan seribu pria berbeda selama seminggu. Untuk dapat menjadi pendeta Aset, Cleopatra harus terlebih dahulu bercinta dengan seribu pria selama seminggu. Pada masa itu, seminggu sama dengan sepuluh hari. Cleopatra berhasil menunaikan tugasnya kurang dari seminggu.

3. Bercinta sebagai ritual pembersihan lelaki dan kesuburan. Masih menurut sekte keagamaan Aset, sebagai seorang pendeta Cleopatra harus menjalankan ritual seks sebagai perlambang pembersihan dosa laki-laki dan demi kesuburan negerinya.

4. Melakukan pernikahan sedarah. Pernikahan sedarah wajar dilakukan di Mesir kuno untuk menjaga tahta dan garis keturunan bangsawan. Cleopatra pun diceritakan menikah dengan adiknya yang baru berusia sepuluh tahun, Ptolemy XIII Theos Philophator.

Cleopatra dan Julius Caesar


Awalnya Cleopatra mulai berkuasa sebagai wakil pemimpin di Mesir. Namun empat tahun kemudian regimnya tumbang karena perpecahan dengan adiknya Ptolemy XIII. Saat Cleopatra diasingkan adiknya mengambil langkah buruk dengan membunuh Pompey yang Pergi ke Mesir pada 28 september 48 SM. Walaupun Pompey merupakan musuh Julius Caesar yang saat itu adalah salah satu penguasa Romawi, tetapi Pompey tetap dihormati dan ingin ditangkap hidup-hidup. Mendengar pembunuhan tersebut Caesar marah dan langsung menduduki ibukota Mesir, Alexandria.


Julius Caesar (kiri), Mark Antony (kanan)

Ketika itu Cleopatra nekat minta diseludupkan di dalam gulungan karpet dan dibawa ke ruang kerja Caesar. Seorang gadis yang usianya baru 22 tahun ini memiliki kepandaian yang mampu memikat sang jendral dan politikus senior yang sudah berusia 50 tahunan ini. Cleopatra berhasil merayu Caesar untuk bersama-sama menggulingkan tahta adiknya. Akhirnya Ptolemy XII tewas ditenggelamkan di sungai Nil dan Cleopatra naik tahta. Mereka dengan cepat menjadi kekasih dan Cleopatra melahirkan seorang putra yang diberi nama Caesarion. 

Untuk sementara waktu kekuasaan Cleopatra di Mesir begitu kuat, apalagi Julius Caesar berhasil menjadi penguasa Romawi setelah memenangkan perang saudara. Namun kedekatannya dengan Caesar akhirnya menjadi bumerang politik dimana mereka diisukan berniat menjadi Raja dan Ratu Romawi, sesuatu yang tabu bagi penduduk Roma yang masih berbentuk Republik. Julius Caesar menjadi korban pembunuhan tidak lama setelah kedatangan Cleopatra di Roma yaitu pada 15 Maret 44 SM. Hal itu begitu menggemparkan, Romawi kembali terlempar ke dalam perang saudara. Kemudian sang Ratu kembali ke Mesir untuk mengamankan diri.

Cleopatra dan Mark Antony


Kurangnya pengalaman dan pengetahuan di bidang militer membuatnya harus bergantung pada sosok pria yang kompeten secara militer untuk menyelamatkan pemerintahannya dari kehancuran. Maka setelah kematian Julius Caesar, Cleopatra harus mencari penggantinya. Pilihannya jatuh kepada Mark Antony, ia adalah seorang teman dan juga letnan dari Julius Caesar yang mengontrol seluruh wilayah Mediterania. 

Ketika tahu Antony akan datang menemuinya, Cleopatra mempersiapkan penyambutan istimewa yang tidak akan pernah dilupakan oleh Antony. Ia dijamu diatas kapal pesiar kerajaan yang sangat mewah. Seperti halnya Caesar, Antony pun bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Ia akhirnya berselingkuh dan menjadi kekasih Ratu Mesir itu, mereka dikaruniai tiga orang anak, dua anak kembar yaitu Alexander Helios dan Cleopatra Selena II, lalu yang terakhir Ptolemy Philadelphus. 

Dengan begitu Antony menghabiskan banyak waktu di Alexandria. Ia seolah tidak perduli dengan istri sah nya, Octavia Minor. Ia adalah adik dari Octavian si anak angkat Julius Caesar. Antony juga dituding lebih suka bermalas-malasan di istana Cleopatra daripada mengurusi pasukannya atau berperang menaklukkan jajahan baru. Sikap Antony yang seperti itu tidak di senangi oleh bangsa Romawi. Apalagi disusul dengan peristiwa "Donations of Alexandria", sebuah deklarasi resmi bahwa anak-anak Cleopatra dari Antony akan memerintah atas berbagai kawasan Romawi yang berada di bawah otoritas Antony. Bersamaan dengan pernikahan Antony dengan Cleopatra dan perceraiannya dengan Oktavia Minor. Octavian menjadi sangat marah dan peristiwa tersebut berujung pada Perang Republik Romawi Terakhir. 

Setelah mengadakan perang propaganda, Octavian memaksa para sekutu Antony di Senat Roma untuk keluar dari Roma pada 32 SM dan mendeklarasikan perang terhadap Mesir. Armada angkatan laut campuran dari Antony dan Cleopatra dikalahkan dalam Pertempuran Actium tahun 31 SM oleh jenderal perang Octavian yang bermama Agrippa. Pasukan romawi menginvasi Mesir pada 30 SM dan mengalahkan pasukan Antony. Ketika perang sampai di Mesir, Mark Antony sang penakluk kerajaan Parthian justru menghabisi dirinya sendiri setelah mendengar isu bahwa Cleopatra sudah bunuh diri. Walaupun terdengar tragis-romantis tetapi kesehatan psikis dan mentalnya sebagai seorang jendral patut dipertanyakan. Pasukan miliknya menyerah kepada Octavian.

Akhir Riwayat Sang Ratu Mesir Terakhir


Setelah kematian Antony, Cleopatra merasa tidak akan mampu mempertahankan Mesir dari gempuran Octavian. Ia tidak sanggup melihat negeri yang dicintainya bakal dihancurkan Romawi. Ia juga tidak sudi dijadikan tawanan oleh Octavian dan diarak dalam kehinaan di hadapan rakyatnya sendiri. Maka ketika pasukan Romawi tiba di Mesir pada tahun 30 SM, Cleopatra mengakhiri hidupnya dengan meminum racun bersama anak-anaknya. Hal ini menyebabkan berakhirnya kerajaan Mesir.

Namun selama ini, Cleopatra diketahui mati bunuh diri dengan memasukkan anggota tubuhnya ke dalam keranjang penuh ular kobra. Hal ini menjadi mitos yang keliru, karena orang era tersebut terutama kaum berpendidikan seperti Cleopatra tahu betul bahwa gigitan ular berbisa akan mengakibatkan kematian yang lambat dan menyakitkan hingga berhari-hari. Sedangkan penggunaan racun di kalangan istana cukup besar sehingga hampir mustahil Ratu berpengalaman seperti Cleopatra tidak mengetahui hal tersebut. Hanya memerlukan beberapa jam saja agar racun bisa membunuh seseorang tanpa rasa sakit dan korbannya tenang seperti tidur. Yang pasti publik Romawi dan Octavian sendiri terkesima mendengar bahwa Cleopatra berani mengakhiri hidupnya sendiri daripada tertangkap.

Cleopatra (51SM - 30 SM) adalah pemimpin terakhir yang memerintah Mesir di era pharaoh. Setelah dia meninggal, Mesir masuk dalam provinsi Romawi. Cleopatra meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia tak pernah kehilangan tahtanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yang akan menghina dan merenggut keratuan dari dirinya. 

Cleopatra patut diacungi jempol sebagai seorang pemimpin. Tidak bisa dipungkiri bahwa berkat dirinya kerajaan Mesir selamat, tumbuh subur dan terjamin kedaulatannya selama lebih dari 20 tahun. Sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat tidak banyak kerajaan lain disekitarnya yang mampu berbuat banyak saat berhadapan dengan Romawi. Hal-hal yang membuat Cleopatra mampu melakukannya bukanlah daya tarik seksual, bukan karena wajah cantik, bukan pula kekayaan semata tetapi kepintaran yang luar biasa. pemahaman terhadap masalah politik dan kenegarawanan menjadi modal untuk berdiskusi secara sederajat dengan penguasa lain dijamannya.

Apabila kebanyakan wanita hanya berpikiran tentang keluarga ataupun sosialita kelas atas yang membosankan bagi pria. Seorang Cleopatra mampu berbicara tentang kenaikan harga gandum di Mesir dan efeknya terhadap perekonomian Mediterania, berdiskusi tentang siapa yang sebenarnya berkuasa di Yunani, apa yang bisa dilakukan untuk membuat Politikus Roma mendukung mereka, hingga siapa yang bisa dibeli untuk menguatkan agenda mereka di dalam Senat.

Uniknya hal-hal di atas masih sangat relevan dengan masa sekarang. Wanita yang hanya tahu soal sepatu, baju, salon, dan tas tangan. Walaupun cantik tetapi kurang menarik bagi para pria sukses. Sejarah mencatat bahwa lebih banyak wanita kurang cantik yang mampu berkuasa, mungkin karena mereka harus memutar otak untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Berbeda dengan wanita cantik yang hanya perlu memelas untuk mendapatkannya. - © Inspirasea.com.

  • Kisah Cleopatra Sang Ratu Mesir Terakhir
  • Sejarah yang sebenarnya tentang Cleopatra
  • Biografi Cleopatra semasa hidupnya
  • Mitos seksual tentang cleopatra

Sunday, February 17, 2019

Penciptaan Dunia Menurut Mitologi Yunani

Kisah terbentuknya alam semesta menurut mitologi yunani
(Olympus)

Mitologi Yunani adalah sekumpulan mitos dan legenda yang berasal dari Yunani Kuno dan berisikan kisah-kisah para dewa serta pahlawan menurut keyakinan mereka. Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, mereka dilahirkan namun tak menua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan sebagainya. Tiap dewa mempunyai karakteristik dan kekuatan yang berbeda.

Dewa-dewi ini terkadang membantu para manusia, bahkan beberapa dari mereka menjalin hubungan cinta dengan manusia dan menghasilkan anak. Anak yang terlahir dari perkawinan ini merupakan setengah manusia setengah dewa, merekalah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan. Selain kisah para dewa dan pahlawan, dijelaksan juga asal usul terciptanya alam semesta ini. Nah kali ini Inspirasea.com akan berusaha mengulas kisah terciptanya alam semesta ini menurut mitologi yunani kuno.

Awal Mula Terciptanya Alam Aemesta


Pada mulanya tidak ada apapun di alam semesta. Tidak ada daratan maupun lautan. Tidak ada satupun dewa dan manusia yang hidup begitu pula hal lainnya diatas bumi. Malah bumi itu sendiri pun belum ada, dan bahkan hitungan waktu pun belum dimulai. Saat itu adalah masa-masa kekosongan. Diantara kekosongan itu hanya ada Chaos, yaitu suatu sosok yang tidak berbentuk dan misterius. Setelah chaos, munculah tiga dewa primordial: Gaia, Tartarus, dan Eros. Setelah adanya eros (cinta), Chaos dan Gaia mulai mampu membentuk segala sesuatunya.

Dari Chaos terciptalah Nyx dan Erebus. Mereka adalah tempat gelap dan tak berujung yang ditinggali oleh kematian. Kemudian Erebus bersama Nyx melahirkan Aether dan Hemera. Setelah itu, Nyx secara partenogenesis (tanpa melakukan hubungan seksual) melahirkan beberapa dewa, antara lain: Moros, Keres, Thanatos, Hypnos, Oneiroi, Momus, Oizys, Hesperides, Moirai, Nemesis, Apate, Philotes, Geras, dan Eris. Segera setelah mereka lahir, Nyx menyuruh mereka untuk keluar dari kegelapan.

Sementara itu Gaia secara partenogenesis melahirkan Uranus, Ourea, Pontus, dan Nesoi. Dilihat dari sisi mana pun Uranus setara dengan ibunya. Tidak lama kemudian Uranus menikahi Gaia dan menjadi penguasa dunia. Uranus menyelimuti seluruh tubuh Gaia dan bersama-sama mereka melakukan hubungan seksual dan melahirkan beberapa anak. Gaia juga melakukan hubungan dengan Pontus dan melahirkan dewa-dewa laut bernama Nereus, Thaumas, Phorcys. Dan seorang dewi laut bernama Eurybia, serta monster laut bernama Ceto. Dari Tartarus, Gaia memiliki anak bernama Typhon, yang nantinya merupakan ayah dari segala monster.

Ketakutan Uranus Pada Keturunannya


Kembali lagi ke Uranus dan Gaia. Hubungan mereka melahirkan tiga anak pertama yaitu Briareus, Cottus, dan Gyes. Mereka adalah monster raksasa berkepala 50 dan bertangan seratus yang disebut Hecatoncheires. Ukuran mereka sangat besar dan mereka sangat kuat. Karena penampilan mereka yang mengerikan, Uranus merasa takut jika suatu hari nanti salah satu dari anaknya akan merebut gelarnya sebagai penguasa dunia. Karena hal tersebut ia membenci anak-anaknya. Ia kemudian memaksa mereka masuk kembali kedalam rahim Gaia.

Setelah tiga Hecatoncheires itu dikurung, Gaia melahirkan lagi tiga orang anak yang bernama Arges, Brontes, dan Steropes. Mereka bertiga adalah seorang raksasa bermata satu yang disebut Cyclopes. Selain terlihat menakutkan, mereka juga memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Mereka mampu menciptakan guntur dan halilintar. Lagi-lagi hal ini membuat Uranus ketakutan. Uranus mengikat para Cyclopes dan melempar meraka kedalam jurang yang dalam yang disebut Tartarus. Uranus tidak sadar bahwa perbuatannya ini akan memicu peperangan antar dewa selama berabad-abad berikutnya.

Sedih bercampur marah dirasakan oleh Gaia karena kehilangan anak-anaknya. Gaia menahan semua itu lalu melahirkan lagi beberapa anak. Mereka disebut Titans, dan mereka berjumlah 12. Merekalah yang nantinya menjadi leluhur para dewa. Para Titan sangat berbeda dari saudara-saudara nya. Titan adalah makhluk dengan karakteristik manusia, dan mereka tidak menyerupai monster sama sekali. Mereka terdiri dari enam dewa dan enam dewi. Nama para dewa tersebut adalah Oceanus, Coeus, Crius, Iapetus, Hyperion, dan si bungsu Cronus. Lalu para dewinya adalah Theia, Themis, Tethys, Phoebe, Mnemosyne, dan Rhea.

Pengebirian Dan Kematian Uranus


Setelah semua itu, ternyata Uranus masih saja merasa terancam. Ia kembali memaksa para Titan masuk kedalam rahim ibunya seperti saudara-saudaranya Hecatoncheires. Hal itu membuat Gaia sangat marah dan tidak punya pilihan lain selaian melawan Uranus. Kemudian ia mulai merencanakan penyerangan terhadap suaminya. Gaia membuat sebuah senjata tajam dari batu lalu memerintahkan anak-anaknya untuk menyerang Uranus.

Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani kecuali si bungsu Cronus. Akhirnya Gaia bersama Cronus menyiapkan suatu jebakan untuk Uranus. Di malam hari ketika Uranus sedang tidur dengan Gaia, Cronus keluar dari rahim Gaia dan mengebiri Uranus. Potongan genital Uranus dilempar ke lautan. Dari darahnya muncul para Giants, Ash Tree Nymphs, dan Erinyes. Dan dari busa lautan yang ditimbulkan oleh genitalnya, lahirlah Aphrodite.

Disaat sekarat Uranus sempat mengutuk Cronus. Sambil terengah-engah ia berkata “Akan tiba suatu masa ketika salah satu dari anakmu akan berbuat seperti apa yang baru saja kau perbuat kepadaku.” Setelah mengatakan hal tersebut, ia menghembuskan nafas terakhir dan kemudian mati. Dengan kematian Uranus, Gaia dan anak-anaknya merasa sangat bebas untuk pertama kalinya. Para Titans dan Hecatoncheires terlahir kembali dari rahim ibunya, dan para Cyclopes dibebaskan dari Tartarus. Semua anak Gaia memutuskan untuk menobatkan Cronus menjadi raja. Cronus lalu menikahi saudarinya Rhea, dan menguasai dunia dalam damai untuk waktu yang lama. - © Inspirasea.com.

Referensi
  • Terciptanya alam semesta menurut mitologi yunani
  • Penciptaan dunia menurut mitologi yunani kuno
  • Mitologi Yunani: Awal mula terciptanya dunia

Friday, February 15, 2019

Spartacus, Gladiator Penghancur Kekaisaran Romawi

Kisah semasa hidup spartacus yang sebenarnya
(Illustration by TimothyKong on Imgur)

Spartacus, mendengar nama ini mungkin sebagian dari kalian tidak asing lagi. Ya, Spartacus yang di angkat kisah nya melalui film seri garapan Starz yang juga berjudul Spartacus. Diyakini kisah Spartacus ini adalah kisah nyata, namun tidak ada sejarah yang cukup akurat menceritakan kisah sesungguhnya, sehingga catatan sejarah hidupnya kadang-kadang kontradiktif dan mungkin tidak selalu dapat dipercaya. Terlepas dari itu, dia adalah sosok legendaris yang mengukir sejarah dengan memimpin pemberontakan yang terbesar di dunia.

Sosok seorang Spartacus


Spartacus adalah seorang gladiator yang memimpin pasukan budak untuk memberontak dan memerangi Kekaisaran Roma. Walau belum ada kepastian tentang motifnya, namun banyak yang meyakini ia melakukannya demi memperjuangkan kemerdekaan para budak yang ditindas bangsa Romawi. Tentu saja ia tidak sendirian, ia dibantu oleh banyak gladiator gladiator hebat seperti Crixus, Gannicus, Castus, dan Oenomaus. 

Sosok pemberani seorang Spartacus mampu merombak kemegahan kekaisaran Romawi yang bertabur dahaga kekuasaan dalam tameng-tameng politik. Disaat para budak lain pasrah dengan nasib mereka, Spartacus berpikir keras menyusun berbagai rencana dan strategi untuk menjatuhkan Roma. Walau ia tak dibesarkan dalam lingkungan pendidikan yang layak, pemikirannya patut diacungi jempol. Ia tak mengenal rasa takut dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum tertindas. Meski bermandikan darah semangatnya untuk memperjuangkan keadilan tak pernah surut.

Menurut para sejarahwan romawi kuno, Spartacus adalah seorang Thracian (suku indo-eropa yang bermukim di eropa selatan yang sekarang dikenal dengan Bulgaria). Plutarch, menceritakan Spartacus sebagai seorang Thracian yang nomaden, alias hidup berpindah-pindah tempat demi mencari makan. Sependapat dengan Plutarch, Appian mengatakan Spartacus adalah seorang Thracian yang pernah bertugas sebagai prajurit di Roma, namun entah kenapa ia akhirnya ditahan, kebebasannya direnggut dengan dijadikan budak dan dikirim ke ludus (tempat pelatihan gladiator) milik seorang lanista bernama Lentulus Batiatus di Capua.

Gladiator terhebat di Capua


Spartacus ditempa habis habisan menjadi gladiator yang hebat. Batiatus memanfaatkan kehebatannya untuk mengumpulkan pundi pundi kekayaan lewat aksinya di arena. Arena atau Colloseum adalah tempat bertarungnya para gladiator demi nyawa mereka. Gladiator sendiri terdiri dari tawanan perang yang dijual sebagai budak, dengan kata lain semua gladiator adalah budak. Mereka dilatih untuk bertarung demi memperoleh hak dan kebebasan. Tak hanya itu, nyawa mereka diperjualbelikan demi perjudian para politikus Roma, sehingga mereka berlomba lomba melatih budak untuk diadu di arena. Suka atau tidak, seorang gladiator harus membunuh, di bawah sorak-sorai jutaan mata yang menonton. 

Masyarakat romawi pada zaman itu sangat menyukai pertumpahan darah para gladiator di arena. Pembunuhan, pembantaian, dan penyiksaan yang terjadi membakar semangat para penonton, mereka bersorak sorai mendukung gladiator yang hebat membantai musuhnya. Hal tersebut dijadikan games oleh masyarakat romawi, sehingga disetiap festival atau perayaan besar selalu diiringi dengan pertunjukan para gladiator di arena.

Aksi Spartacus di arena sangat memukau, ia berhasil mengalahkan berbagai macam musuh bahkan beberapa diantaranya dikenal tak terkalahkan, ia menjadi penguasa arena di capua dan banyak yang memujanya, namun bukan inilah yang benar benar diingikan Spartacus, bukan harta dan ketenaran yang ia dambakan, melainkan hanya kedamaian kecil bersama istrinya dan juga harga diri sebagai seorang manusia yang merdeka. Kemungkinan besar Spartacus bukanlah nama aslinya, tapi hanya julukannya di arena, terlepas dari itu nama inilah yang membuatnya terkenal hingga saat ini. 

Pemberontakan terbesar sepanjang sejarah


Pada tahun 73 SM Spartacus mulai menjalankan rencananya, lewat strategi matang dari pemikiran briliannya. Capua akhirnya diserang para gladiator dimulai dari pembebasan diri nya bersama kurang lebih 70 orang budak dari ludus Batiatus. Lalu mereka menjarah wilayah di sekitar Capua, menyita beberapa gerobak senjata gladiator dan perlengkapan perang lainnya, mereka juga berhasil mengalahkan pasukan pasukan kecil yang dikirim untuk membunuh mereka. 

Rencana nya masih berlanjut. Peristiwa ini disebut peristiwa holocaust, ketika para politikus berleha-leha dalam pesta pora, mereka dibantai habis habisan. Tepuk riang dan sorak sorai di Arena berubah menjadi tangisan yang membahana menghiasi langit kota Roma yang megah itu. Semenjak kemunculan Spartacus, se antero Roma merasakan ketakutan yang mendalam, kuburan Roma pun gemetar. Bahkan, kematian seakan melolong, meminta agar Spartacus menghentikan pembantaian itu. Tapi, hal ini tak menggoyahkan tekad seorang Spartacus.  

Pembantaian terus dilakukannya. Satu per satu politikus bejat dihabisi. Semakin hari jumlah pengikutnya semakin bertambah, kota demi kota ia serang untuk membebaskan para budak lainnya, beberapa dari mereka yang bisa bertempur direkrut ke dalam barisan mereka. Semua orang berjuang mati-matian demi kemerdekaan yang mereka impikan, lalu akhirnya mereka semua beristirahat di Gunung Vesuvius. 

Perang Budak Ketiga


Respon dari Romawi terhambat karena sebagian besar legiun Romawi sudah terlibat pertempuran dengan Quintus Sertorius di Spanyol dan Perang Mithridatic Ketiga. Romawi menganggap pemberontakan lebih merupakan masalah keamanan daripada sebuah perang, akhirnya Romawi mengutus pasukan di bawah komando praetor Gaius Claudius Glaber mengepung pasukan Spartacus di Gunung Vesuvius. 

Karena tidak ada jalan keluar lain dari Gunung Vesuvius, Glaber yakin bahwa kelaparan akan memaksa para budak untuk menyerah. Glaber terkejut ketika Spartacus tiba-tiba menyergap campnya saat pasukannya sedang lenggang dan membunuh sebagian besar dari mereka. Ternyata Spartacus tidak kehabisan akal, ia mengumpulkan tanaman merambat di sekitar gunung, menyambungnya menjadi tali lalu menuruni sisi tebing gunung bersama anak buahnya, dan menyergap camp Glaber dari belakang. Dengan keberhasilan ini, lebih banyak budak yang berbondong-bondong bergabung ke pasukan Spartacus seperti halnya "gembala" dari wilayah tersebut, menjadikan barisan mereka berjumlah 70.000 orang.

Mereka menghabiskan musim dingin tahun 73-72 SM untuk pelatihan perang, mempersenjatai anggota baru, dan memperluas wilayah rampokan mereka termasuk kota-kota dari Nola, Nuceria, Thurii dan Metapontum. Jarak antara lokasi tersebut dengan peristiwa-peristiwa berikutnya menunjukkan bahwa para budak beroperasi dalam dua kelompok berbeda yang dikomandoi oleh Spartacus dan Crixus. Pada musim semi tahun 72 SM, mereka mulai bergerak ke utara. Mendengar hal itu, Senat Romawi merasa khawatir dengan kekalahan Glaber, ia mengutus sepasang legiun konsuler di bawah komando Lucius Gellius Publicola dan Gnaeus Cornelius Lentulus Clodianus. Dua legiun tersebut pada awalnya berhasil mengalahkan 30.000 budak yang dipimpin oleh Crixus di dekat Gunung Garganus, namun kemudian keduanya dikalahkan oleh pasukan Spartacus.

Khawatir dengan pemberontakan yang tampaknya tak terbendung, Senat menggugat Marcus Licinius Crassus, orang terkaya di Romawi dan satu-satunya relawan yang mau melawan Spartacus. Crassus membawa sekitar 8 legiun Romawi yang terlatih (40.000-50.000 tentara). Spartacus dan para pengikutnya dengan alasan yang tidak jelas mundur ke selatan Italia, kembali bergerak ke utara di awal 71 SM, Crassus mengerahkan enam pasukannya di perbatasan daerah dan melepaskan legasinya, Mummius bersama dua legiun untuk memanuver di belakang Spartacus. Meskipun diperintahkan untuk tidak melibatkan budak, Mummius menyerang pada saat yang tepat namun terarah. Setelah itu, legiun Crassus memenangkan beberapa pertempuran, memaksa Spartacus menjauh ke selatan melalui Lucania. Pada akhir 71 SM, Spartacus berkemah di Rhegium (Reggio Calabria), dekat Selat Messina.

Menurut Plutarch, Spartacus sempat membuat perjanjian dengan Bajak Laut Cilicia untuk mengangkut ia dan sekitar 2.000 anak buahnya ke Sisilia, dia bermaksud membangun kembali kekuatan pasukannya. Namun ia dikhianati oleh para bajak laut, mereka mengambil pembayarannya tapi pasukan Spartacus ditinggalkan. Ada beberapa upaya para pemberontak membangun rakitan dan galangan kapal untuk melarikan diri, tetapi Crassus dengan pasukannya memastikan mereka tidak bisa menyeberang ke Sisilia. Pasukan Spartacus akhirnya mundur ke arah Rhegium. Legiun Crassus terus mengejar, pada saat kedatangan mereka dibangun benteng di tanah genting di Rhegium, meskipun pasukan Spartacus terus melancarkan serangan. Namun akhirnya mereka dikepung dan tak punya pasokan makanan.

Gugurnya sang gladiator


Legiun Pompey yang baru kembali dari Spanyol diperintahkan oleh Senat untuk membantu Crassus. Crassus merasa cemas kedatangan Pompey akan mempengaruhi kreditabilitasnya mengalahkan Spartacus, akhirnya Spartacus dan Crassus bertemu untuk membuat sebuah kesepakatan, namun kesepakatan tersebut gagal. Sebagian pasukan Spartacus kabur ke pegunungan di barat Petelia di Bruttium, lalu legiun Crassus mengejar mereka. Ketika legiun berhasil menangkapnya, mereka dipisahkan dari tentara utama, pasukan Spartacus yang tinggal sedikit menyerang legiun yang mendekat.

Spartacus mengumpulkan seluruh pasukannya yang tersisa untuk menyerang legiun dalam perjuangan terakhir, perang antara legiun romawi dan para pemberontak terjadi cukup lama, semua budak berjuang habis habisan demi kemerdekaan yang mereka impikan. Namun akhirnya sebagian besar dari mereka terbunuh di medan perang dan sisanya ditawan. Spartacus juga terbunuh dalam pertempuran tersebut namun jasadnya tak pernah ditemukan. Enam ribu tawanan yang selamat dari perang, disalib satu per satu berjajar di sepanjang Jalan Appia dari Roma ke Capua.

Itulah sedikit penggalan riwayat hidup dari Spartacus, seorang pria pemberani yang tak kenal rasa takut dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum tertindas. Meski bermandikan darah semangatnya tak pernah surut. Itulah sebabnya, mengapa keberaniannya terus dikenang hingga saat ini. - © Inspirasea.com.

  • Kisah Spartacus sang gladiator pemberontak
  • Sejarah Spartacus sang penghancur romawi kuno
  • Perjalanan hidup seorang Spartacus