Penciptaan Dunia Menurut Mitologi Yunani - Kisahe

Sunday, February 17, 2019

Penciptaan Dunia Menurut Mitologi Yunani

Kisah terbentuknya alam semesta menurut mitologi yunani
(Olympus)

Mitologi Yunani adalah sekumpulan mitos dan legenda yang berasal dari Yunani Kuno dan berisikan kisah-kisah para dewa serta pahlawan menurut keyakinan mereka. Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, mereka dilahirkan namun tak menua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan sebagainya. Tiap dewa mempunyai karakteristik dan kekuatan yang berbeda.

Dewa-dewi ini terkadang membantu para manusia, bahkan beberapa dari mereka menjalin hubungan cinta dengan manusia dan menghasilkan anak. Anak yang terlahir dari perkawinan ini merupakan setengah manusia setengah dewa, merekalah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan. Selain kisah para dewa dan pahlawan, dijelaksan juga asal usul terciptanya alam semesta ini. Nah kali ini Inspirasea.com akan berusaha mengulas kisah terciptanya alam semesta ini menurut mitologi yunani kuno.

Awal Mula Terciptanya Alam Aemesta


Pada mulanya tidak ada apapun di alam semesta. Tidak ada daratan maupun lautan. Tidak ada satupun dewa dan manusia yang hidup begitu pula hal lainnya diatas bumi. Malah bumi itu sendiri pun belum ada, dan bahkan hitungan waktu pun belum dimulai. Saat itu adalah masa-masa kekosongan. Diantara kekosongan itu hanya ada Chaos, yaitu suatu sosok yang tidak berbentuk dan misterius. Setelah chaos, munculah tiga dewa primordial: Gaia, Tartarus, dan Eros. Setelah adanya eros (cinta), Chaos dan Gaia mulai mampu membentuk segala sesuatunya.

Dari Chaos terciptalah Nyx dan Erebus. Mereka adalah tempat gelap dan tak berujung yang ditinggali oleh kematian. Kemudian Erebus bersama Nyx melahirkan Aether dan Hemera. Setelah itu, Nyx secara partenogenesis (tanpa melakukan hubungan seksual) melahirkan beberapa dewa, antara lain: Moros, Keres, Thanatos, Hypnos, Oneiroi, Momus, Oizys, Hesperides, Moirai, Nemesis, Apate, Philotes, Geras, dan Eris. Segera setelah mereka lahir, Nyx menyuruh mereka untuk keluar dari kegelapan.

Sementara itu Gaia secara partenogenesis melahirkan Uranus, Ourea, Pontus, dan Nesoi. Dilihat dari sisi mana pun Uranus setara dengan ibunya. Tidak lama kemudian Uranus menikahi Gaia dan menjadi penguasa dunia. Uranus menyelimuti seluruh tubuh Gaia dan bersama-sama mereka melakukan hubungan seksual dan melahirkan beberapa anak. Gaia juga melakukan hubungan dengan Pontus dan melahirkan dewa-dewa laut bernama Nereus, Thaumas, Phorcys. Dan seorang dewi laut bernama Eurybia, serta monster laut bernama Ceto. Dari Tartarus, Gaia memiliki anak bernama Typhon, yang nantinya merupakan ayah dari segala monster.

Ketakutan Uranus Pada Keturunannya


Kembali lagi ke Uranus dan Gaia. Hubungan mereka melahirkan tiga anak pertama yaitu Briareus, Cottus, dan Gyes. Mereka adalah monster raksasa berkepala 50 dan bertangan seratus yang disebut Hecatoncheires. Ukuran mereka sangat besar dan mereka sangat kuat. Karena penampilan mereka yang mengerikan, Uranus merasa takut jika suatu hari nanti salah satu dari anaknya akan merebut gelarnya sebagai penguasa dunia. Karena hal tersebut ia membenci anak-anaknya. Ia kemudian memaksa mereka masuk kembali kedalam rahim Gaia.

Setelah tiga Hecatoncheires itu dikurung, Gaia melahirkan lagi tiga orang anak yang bernama Arges, Brontes, dan Steropes. Mereka bertiga adalah seorang raksasa bermata satu yang disebut Cyclopes. Selain terlihat menakutkan, mereka juga memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Mereka mampu menciptakan guntur dan halilintar. Lagi-lagi hal ini membuat Uranus ketakutan. Uranus mengikat para Cyclopes dan melempar meraka kedalam jurang yang dalam yang disebut Tartarus. Uranus tidak sadar bahwa perbuatannya ini akan memicu peperangan antar dewa selama berabad-abad berikutnya.

Sedih bercampur marah dirasakan oleh Gaia karena kehilangan anak-anaknya. Gaia menahan semua itu lalu melahirkan lagi beberapa anak. Mereka disebut Titans, dan mereka berjumlah 12. Merekalah yang nantinya menjadi leluhur para dewa. Para Titan sangat berbeda dari saudara-saudara nya. Titan adalah makhluk dengan karakteristik manusia, dan mereka tidak menyerupai monster sama sekali. Mereka terdiri dari enam dewa dan enam dewi. Nama para dewa tersebut adalah Oceanus, Coeus, Crius, Iapetus, Hyperion, dan si bungsu Cronus. Lalu para dewinya adalah Theia, Themis, Tethys, Phoebe, Mnemosyne, dan Rhea.

Pengebirian Dan Kematian Uranus


Setelah semua itu, ternyata Uranus masih saja merasa terancam. Ia kembali memaksa para Titan masuk kedalam rahim ibunya seperti saudara-saudaranya Hecatoncheires. Hal itu membuat Gaia sangat marah dan tidak punya pilihan lain selaian melawan Uranus. Kemudian ia mulai merencanakan penyerangan terhadap suaminya. Gaia membuat sebuah senjata tajam dari batu lalu memerintahkan anak-anaknya untuk menyerang Uranus.

Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani kecuali si bungsu Cronus. Akhirnya Gaia bersama Cronus menyiapkan suatu jebakan untuk Uranus. Di malam hari ketika Uranus sedang tidur dengan Gaia, Cronus keluar dari rahim Gaia dan mengebiri Uranus. Potongan genital Uranus dilempar ke lautan. Dari darahnya muncul para Giants, Ash Tree Nymphs, dan Erinyes. Dan dari busa lautan yang ditimbulkan oleh genitalnya, lahirlah Aphrodite.

Disaat sekarat Uranus sempat mengutuk Cronus. Sambil terengah-engah ia berkata “Akan tiba suatu masa ketika salah satu dari anakmu akan berbuat seperti apa yang baru saja kau perbuat kepadaku.” Setelah mengatakan hal tersebut, ia menghembuskan nafas terakhir dan kemudian mati. Dengan kematian Uranus, Gaia dan anak-anaknya merasa sangat bebas untuk pertama kalinya. Para Titans dan Hecatoncheires terlahir kembali dari rahim ibunya, dan para Cyclopes dibebaskan dari Tartarus. Semua anak Gaia memutuskan untuk menobatkan Cronus menjadi raja. Cronus lalu menikahi saudarinya Rhea, dan menguasai dunia dalam damai untuk waktu yang lama. - © Inspirasea.com.

Referensi
  • Terciptanya alam semesta menurut mitologi yunani
  • Penciptaan dunia menurut mitologi yunani kuno
  • Mitologi Yunani: Awal mula terciptanya dunia
Comments


EmoticonEmoticon