(Bendera UK - Union Jack)
Hampir tidak mungkin jika kalian tidak pernah mendengar tentang negara Inggris. Selain dari dunia persepakbolaan inggris yang sangat populer, inggris juga sangat terkenal di pelajaran sejarah. Karena di masa lalu inggris memiliki banyak wilayah jajahan yang tersebar diseluruh dunia. Meskipun kini sebagian besar daerah jajahan inggris sudah merdeka, namun beberapa dari negara-negara tersebut tetap menjalin kontrak dengan inggris lewat organisasi persemakmuran.
Lalu bagaimana sejarah terbentuknya negara yang sempat mendapat predikat sebagai negara adidaya pada Perang Dunia II ini. Sebelum sampai pada pembahasan itu, alangkah baik nya jika kita tau dulu apa pengertian England (Inggris) dan perbedaannya dengan Great Britain (Britania Raya) serta United Kingdom (Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara). Karena sepertinya sebagian dari kita masih sedikit bingung dengan perbedaan ini.
Inggris (England) adalah salah satu negara berdaulat yang merupakan bagian dari Kerajaan Britania Raya. Britania Raya (Great Britain) adalah sebutan untuk kerajaan kesatuan antara Inggris, Scotlandia, dan Wales yang diciptakan di bawah Undang-Undang Persatuan tahun 1707. Sedangkan United Kingdom adalah nama baru Kerajaan Britania Raya setelah Irlandia Utara bergabung. Ini ditandai dengan diberlakukannya Undang-Undang Persatuan 1801, dan dengan nama resmi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara.
Periode Setelah Kekuasaan Romawi
Pada awalnya Pulau Britania Raya di invasi oleh Romawi pada tahun 43M, dibawah kepemimpinan Kaisar Claudius. Pada tahun 410 kekuasaan Romawi di Britania mulai menurun, tentara Romawi yang ada di Britania ditarik kembali. Karena penarikan ini Britania terbuka atas serangan dari baerbagai suku pagan, terutama suku Anglo-Saxon. Pengaruh mereka tetap bertahan selama puluhan tahun lamanya hingga suku Briton berhasil memenangkan Pertempuran Gunung Badon pada abad ke-6.
Agama Kristen turut menghilang seiring jatuhnya Romawi, namun diperkenalkan kembali oleh para misionaris dari Romawi yang dipimpin oleh Agustinus sejak tahun 597 dan seterusnya. Misionaris Irlandia bernama Aidan juga melakukan hal serupa pada periode yang sama. Selama periode ini Britania diperintah oleh suku-suku pendatang, hingga akhirnya terjadi perpecahan di abad ke-7. Suku-suku ini terpecah namun kemudian saling melebur menjadi beberapa kerajaan seperti Northumbria, Mercia, Wessex, Anglia Timur, Essex, Kent dan Sussex.
Pada abad ke-9 wilayah kerajaan-kerajaan inggris sempat dikuasai oleh bangsa Skandinavia (Viking). Mereka pertama kali datang dan mendarat di Lindisfarne pada 793. Awalnya mereka datang dari Denmark hanya untuk menjarah lalu berlayar kembali ke asalnya. Namun setelah kematian pemimpin mereka Ragnar Lothbrok di tangan Raja Ælla dari Northumbria. Anak-anak nya datang bersama pasukan berjumlah besar yang sangat biadab (Great Heathen Army) untuk membalas dendam. Mereka berhasil menaklukan Northumbria, Mercia dan Anglia Timur. Wessex di bawah pemerintahan Alfred yang Agung, tersisa sebagai satu-satunya kerajaan Inggris yang masih berdiri.
Bersatunya Kerajaan Inggris
Setelah menaklukan Inggris, bangsa Norman melanjutkan invasinya ke Wales. Seluruh wilayah Wales akhirnya berhasil dikuasai Inggris pada tahun 1282. Pasca penaklukan Wales, Edward I selaku raja Inggris kala itu membagi Wales ke dalam 6 daerah administrasi baru & membangun beberapa istana besar untuk menyimbolkan supremasi Inggris atas Wales. Walaupun secara resmi Wales kini berada di bawah kekuasaan Inggris, namun daerah tersebut tetap diperbolehkan menggunakan sistem hukumnya sendiri dan memiliki kebebasan otonomi daerah yang cukup longgar.
Melebarkan Sayap Ke Irlandia
Pulau Irlandia yang berada tepat di sebelah barat Pulau Britania menjadi sasaran utama bangsa Norman untuk melebarkan sayapnya. Irlandia adalah wilayah yang dipenuhi oleh kerajaan-kerajaan kecil yang tunduk kepada Raja Agung Irlandia, Ard Ri Eireann. Kerajaan Inggris dibawah penguasaan bangsa norman mulai menginvasi Irlandia pada tahun 1171, setelah mendapat izin dari Paus Adrian IV demi menegakkan kembali kekristenan di sana.
Empat tahun kemudian perjanjian damai akhirnya terbentuk dan memaksa Raja Agung Irlandia saat itu Ruaidri Ua Conchobair, membiarkan Inggris menguasai sebagian wilayah Irlandia. Kekuasaan Ruaidri hilang sepenuhnya setelah Henry II selaku raja Inggris mengangkat putranya, John Lackland, sebagai raja Irlandia pada tahun 1185. John Lackland mendapati banyak masalah ketika menguasai Irlandia. Ia harus menghadapi perlawanan dari para penguasa lokal pribumi dan juga imigran Norman.
Sedangkan di Pulau Britania, pemberontakan meletus di Wales selama seabad terakhir. Untuk meredamnya, pada tahun 1535 sistem birokrasi Wales dilebur ke dalam sistem birokrasi Inggris sehingga kini semua aturan dan kebijakan yang berlaku di Inggris juga berlaku di Wales. Sejak tahun itu pula, bahasa Inggris menjadi satu-satunya bahasa resmi yang diperbolehkan di Wales. Pada periode yang berdekatan, Inggris dan Skotlandia mulai menjadikan Protestan sebagai agama resmi kerajaan setelah Paus Clement VII menolak keinginan raja Inggris, Henry VIII, untuk menikah dengan Catherine dari Aragon, Spanyol.
Memburuknya hubungan Inggris dengan Paus mengharuskan inggris kembali menginvasi Irlandia. Hal ini dilakukan untuk mencegah Irlandia menjadi basis bagi sekutu Paus, karena mayoritas penduduk Irlandia adalah Katolik. Pada tahun 1536, Inggris lagi-lagi berhasil menginvasi Irlandia. Perlawanan dari penduduk lokal terus berlanjut karena inggris memaksa mereka untuk meninggalkan agama Katoliknya. Untuk mengubah komposisi penduduk disana, sejak pertengahan abad ke-16 Inggris mengirimkan rakyatnya yang beragama Protestan untuk menetap di Irlandia. Hal ini juga bertujuan untuk mendesak penduduk Irlandia yang beragama Katolik.
Terbentuknya Britania Raya
Pada 1603, James VI selaku Raja Skotlandia dan suami dari putri Raja Inggris di awal abad ke-16 dianugerahi tahta Kerajaan Inggris, selepas wafatnya Ratu Elizabeth I. Namun terjadi penolakan dari keduabelah pihak Inggris dan Scotlandia, keduanya sama-sama ingin mempertahankan identitas kebangsaannya. Tapi akhirnya pada tahun 1707, Inggris (Wales sudah termasuk bagian dari Inggris) dan Skotlandia berhasil dilebur menjadi "Kerajaan Britania Raya" lewat Undang-Undang Penyatuan (Act of Union). Penyatuan ini terjadi karena Inggris membutuhkan tenaga manusia dan wilayah Skotlandia untuk menunjang sektor ekonomi dan militernya, sementara Skotlandia membutuhkan teknologi dan kekayaan Inggris untuk memajukan wilayahnya.
Pada 1800, Britania Raya dan Irlandia sepakat mengesahkan Undang-Undang Penyatuan terbaru. Keduannya menyatukan wilayah mereka dengan nama resmi "United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland" atau singkatnya United Kingdom (Britania Raya). Namun pada 1922, Britania Raya mengalami penyusutan setelah sebagian besar wilayah Irlandia memerdekakan diri sebagai Republik Irlandia. Penyatuan ini juga melahirkan bendera Union Jack sebagai bendera resmi Britania Raya dengan desain yang berasal dari penggabungan tiga bendera kerajaan yang bersatu. - © Inspirasea.com.
Referensi
- BBC - Acts of Union: The creation of the United Kingdom
- Historic UK - The UK & Great Britain – What’s the Difference?
- Wikipedia - United Kingdom
- Wikipedia - Union of the Crowns
- Wikipedia - History of the formation of the United Kingdom
- Sejarah Terbentuknya Britania Raya (United Kingdom)
- Sejarah Berdirinya Kerajaan Serikat Britania Raya
- Sejarah Inggris pada abad pertengahan sampai sekarang


